PA 080221 – “What does God think of me now?” (Part 2)

February 26, 2008 at 12:21 pm Leave a comment

Diskusi

Bagaimana Anda memposisikan Tuhan dalam perjalanan hidup Anda? Jika Anda disuruh memilih, mana yang lebih tepat menggambarkan peranan Tuhan: Tuhan sebagai arsitek rancang bangun hidup Anda atau Tuhan sebagai rekan yang berjalan bersama Anda, atau apa?

Sebagai arsitek rancang bangun, Tuhan yang mengatur segala sesuatu (grand-designer), sedangkan sebagai rekan dia menjadi teman seperjalanan Anda. Menurut kelompok Mario ‘cs: Peran Tuhan adalah keduanya, baik sebagai arsitek rancang bangun maupun rekan seperjalanan karena dari awal sampai akhir Tuhan tidak boleh dipisahkan; Menurut kelompok Petrus ‘cs: Tuhan adalah arsitek sekaligus rekan; Menurut kelompok Tanias ‘cs: Sudah pasti dua-duanya, Tuhan yang merancang dan sekaligus rekan, yang perlu diingat juga adalah bahwa sebagai manusia kita punya kehendak bebas/kemerdekaan sekaligus juga boleh bertanya pada Tuhan apakah ini atau itu boleh atau tidak agar sebagai anak Tuhan kita tetap berjalan bersama Tuhan.

Pembicara yaitu pdt. Cordelia Gunawan tidak memberikan jawaban langsung atas pertanyaan diskusi. Beliau memperkenalkan apa yang disebut sebagai “Pandangan tentang Tuhan” sebagai berikut:

  1. Deisme – Tuhan diposisikan sebagai tukang jam. Saat jam tersebut mulai berputar maka sang pencipta tidak dibutuhkan lagi. Pandangan ini mengemukakan bahwa setelah manusia diciptakan maka sepenuhnya tanggung jawab atas hidup ada pada manusia tersebut dan sama sekali lepas dari sang penciptanya. Contoh deisme adalah orang-orang yang mengandalkan kemampuannya sendiri. Contoh ekstrim adalah penganut paham atheis. Pdt. Cordelia juga mengingatkan mengenai “atheisme terselubung” yaitu bahwa secara legal kita beragama namun pada dasarnya kita tidak mempercayai bahkan cenderung menolak Tuhan.
  2. Tuhan yang mengatur detail kehidupan kita. Penganut paham ini percaya pada nasib atau takdir. Pandangan ini meniadakan kehendak manusia sehingga manusia menjadi pasif. Orang Kristen tidak percaya nasib/takdir. Pandangan ini kadang membuat orang tidak mengoreksi diri dan cenderung menganggap semua datang dari Tuhan.
  3. Tuhan sebagai Providentia Dei atau Pemelihara. Ada ruang bagi manusia untuk mengatur kehidupannya tetapi Tuhan tetap memegang peranan dan bertindak sebagai pemelihara. Berkenaan dengan ruang untuk mengatur kehidupannya sendiri ini, berhati-hatilah karena seperti kata rasul Paulus, daging lemah.

Diskusi

Situasi apa yang dapat membuat Anda ragu bahwa Tuhan mempunyai tujuan yang baik dalam kehidupan Anda?

Menurut Helga ‘cs: Waktu orang yang jadi panutan tidak bersikap sesuai dengan yang diinginkan, waktu kita ingin berubah tetapi justru mengalami kesulitan sehingga bertanya pada Tuhan kenapa mau berbuat baik saja koq susah, waktu diperhadapkan dengan pilihan-pilihan; Menurut Risa ‘cs: Waktu dapat musibah pasti setiap orang bertanya ‘apanya yang baik?’ atau saat kita menerima sesuatu yang tidak sesuai keinginan; Menurut Sisil ‘cs: Waktu diputusin pacar seolah dunia sudah berakhir padahal Tuhan sudah siapin yang lainnya🙂 cuma kita aja yang belum sadar, waktu karir mengantar kita untuk mengurusi bagian finance padahal kita maunya accounting, kita merasa ada yang salah padahal disana ada berkat berupa keuangan yang lebih secure, intinya waktu kita melihat kehidupan cuma dari sisi kita saja dan mengabaikan bahwa Tuhan melihat gambaran utuh sehingga saat apa yang kita lihat tidak bagus maka kita berpikir bahwa tidak ada hal yang baik disana.

Pdt. Cordelia menjelaskan bahwa sampai kapanpun kita tidak bisa 100% mengerti jalan pikiran Tuhan sehingga wajar apabila kita selalu bertanya apa kehendak Tuhan pada diri kita. Bila kita masih bertanya adalah indikasi yang baik bahwa iman kita hidup, tetapi bahayanya adalah bila kita tidak lagi bertanya karena kita merasa lebih tahu ataupun tidak mau tahu.

Pdt. Cordelia juga memberikan ilustrasi mengenai seorang ibu yang mengerjakan sulaman cruisstick, anaknya yang bermain di bawah hanya melihat gumpalan benang-benang kusut, tetapi saat sulaman itu selesai dan ibu itu memangku anaknya dan memperlihatkan hasil sulaman dari atas barulah sang anak melihat keindahan sulaman ibunya. Demikianlah kita. Kadang kita bertanya mengapa hidup menjadi seumpama benang kusut yang tidak ada ujungnya hingga saatnya Tuhan memangku kita dan menunjukkan hasil akhirnya. Jadi mari sadari keterbatasan kita dan karena kita terbatas itulah maka kita akan selalu membutuhkan Tuhan.

Hal-hal yang dapat membuat kita meragukan rencana indah Tuhan:

  • keterbatasan fisik
  • masalah-masalah yang harus dihadapi
  • tantangan-tantangan

How to overcome?

  • Belajar menerima dan mencintai diri sendiri. Lih Yoh 9:1-3. Contoh kasus: Nick dan Charlotte Elliot. Membaca Firman Tuhan setiap hari dapat menyapa setiap orang dengan cara yang berbeda pribadi lepas pribadi. Untuk keperluan konseling dengan orang-orang yang terbatas secara fisik, harus berhati-hati menggunakan Firman Tuhan apalagi jika kita tidak berada dalam posisi mereka. Berhati-hati pula pada kondisi stagnan, yaitu kita tidak membenci diri kita tetapi juga tidak menggali potensi kita. Keadaan ini akan sangat rentan bila terjadi sesuatu pada keadaan fisik. Banyak potensi yang tidak dibatasi oleh kelemahan fisik. Jadi, kenali diri dan gali potensimu!
  • Belajar terus meyakini bahwa kita dikasihi oleh Tuhan. Contoh kasus: Tukinem, Harold Kushner, Stanford. Lihat Roma 8:28.

Contoh-contoh dan penjelasan tidak semua di rangkum dalam posting blog. Penasaran? makanya rajin datang PA Pemuda dong hehe😛

Beberapa kesimpulan/pernyataan dari peserta PA:

Wiwik: Harus belajar untuk tidak sombong karena iman manusia bisa saja berubah

Petrus: Sebelum sakit rajin saat teduh, sekarang mulai saat teduh lagi dan semoga tidak kambuh lagi penyakitnya. Kesaksian bahwa Tuhan sanggup melepaskan dari kuasa gelap dan memberi sukacita.

Tania: Tuhan tempatkan kita dimanapun dalam keluarga seperti apapun dan lingkungan yang seperti apapun adalah untuk menjadikan kita berkat bagi banyak orang.

Sessi tanya jawab:

  1. Apakah dapat disimpulkan bahwa Tuhan punya rencana dan untuk mewujudkannya perlu bekerja sama dengan manusia?
  2. Bagaimana dengan ungkapan, “orang itu sudah jahat dari sananya!”
  3. Pada kasus Stanford apakah berarti rancangan Tuhan telah gagal pada dirinya?

Pembahasan:

  1. Pemeliharaan Tuhan dapat dikatakan bahwa hidup kita berkolaborasi dengan Tuhan. Tuhan tahu karena Dia mengenal kita tetapi kita punya kehendak bebas disana. Bedakan antara ‘Tuhan tahu’ dan ‘Tuhan tentukan’. Providencia berarti pemeliharaan Tuhan tetap sepanjang kehidupan kita.
  2. Tidak ada orang yang ‘jahat dari sananya’, yang ada adalah manusia yang dalam perjalananya meninggalkan Tuhan. Ingat, manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (ImagoDei).
  3. Akhir hidup Stanford yang tragis membuat ia dilihat gagal dari sudut pandang manusia walaupun demikian kita tidak bisa mengklaim bahwa rancangan Tuhan gagal pada Standford. Yang jelas dari kehidupan Standford ada hal yang bisa kita pelajari. Toh Alkitab mencatat bahwa Tuhan memakai orang-orang yang tidak ‘sempurna’.

Refleksi:

“Apakah saya masih terus bertanya dan melibatkan Tuhan dalam sepanjang perjalanan hidup saya?”

____

notes:

  • PA kamis ini lebih bersifat diskusi 2 arah.
  • terima kasih kepada Ramon dan Yaya yang udah mengisi ruang kesaksian

Entry filed under: Ringkasan Acara. Tags: , .

PA 080214 – “What does God think of me now?” (part 1) PA 080228 – “Do you have the right kind of faith?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Posts


%d bloggers like this: