PA 080228 – “Do you have the right kind of faith?”

February 26, 2008 at 12:37 pm Leave a comment

PA ini menggunakan referensi buklet RBC dengan judul yang sama dan dibawakan oleh bang Ichwan Panggabean.

Berdasarkan buklet tersebut, ada 3 asumsi yang dikemukakan, yaitu:

  1. Setiap orang pasti memiliki iman (band. Ams. 4:23)
  2. Iman ada objecknya, bisa benda, ide, orang, dsb.
  3. Objek iman berperan menentukan apakah iman kita benar atau salah.

Kata ‘iman’ menurut beberapa sumber yang ditulis dalam buklet ini, antara lain:

  • keyakinan terhadap nilai-nilai, ide, sesuatu atau seseorang
  • berhubungan dengan akal/reason tetapi tidak bisa dijelaskan oleh akal atau bukti
  • sistem dari keyakinan
  • satu set prinsip-prinsip tentang keyakinan
  • dsb

Objek iman menentukan apakah iman kita benar atau salah. Apa yang salah?

>> Humanisme, selfisme, escapisme

>> Okultisme, mistisisme

>> Sacramentalisme, legalisme

>> Universalisme

Hal-hal ini juga saat ini berhadapan langsung dengan modernisme yang mengutamakan rasional, dan postmodernisme yang transenden. Saat ini kita sedang berada dalam jaman yang bergeser. Iman adalah anugerah Tuhan, tetapi iman perlu bertumbuh dan peka dengan segala hal yang ada di sekitar kita.

What Bible says?

Lih. 1 Petrus 1:5-7

1 Petrus ditulis untuk untuk jemaat dengan 3 karakteristik yaitu orang-orang asing, orang-orang terserak, dan orang-orang terpilih.

Lih. 1 Petrus 2:18, semangat orang kristen adalah menjadi ‘agent of change’ yaitu seseorang yang mempunyai kehendak bebas untuk melakukan perubahan.

Apakah Kristus yang kita percayai membuat kita aktif melakukan perubahan? 1 Petrus 1:6 mengatakan.. iman yang benar harus bersukacita bahkan saat berdukacita. (merujuk pada tantangan-tantangan pada jaman sekarang dan sukacita yang harus dibawa).

Dengan mengetahui bahwa mendasarkan iman pada objek-objek di atas adalah keliru, maka pemuda diajak untuk lebih memahami imannya.

Sessi Tanya Jawab

Pertanyaan:

  1. Beberapa buku seperti Celestine Manuscript yang berbicara tentang energi dimana kemudian dikaitkan dengan Yesus Kristus sempat memberi pengaruh pada pertumbuhan iman. Tetapi sejak munculnya novel-novel gnotis dan movement lainnya membuat apatis. Haruskah menutup diri terhadap bacaan-bacaan seperti ini? terutama orang sering mudah goyah dari bukti-bukti yang diperkenalkan berbagai isme-isme lain. (Yaya)
  2. Tarot dsb hanyalah merupakan tafsir pemikiran yang tidak perlu diperdebatkan legal atau tidak legal. Tafsir pemikiran kristiani sendiri lebih bersumber dari Alkitab. Apakah dapat dijelaskan lebih jauh? (Risa)
  3. Iman seperti ‘the way we see something‘, apakah isme-isme tersebut disebabkan fanatisme? Apa bisa semua isme-isme itu menghancurkan iman yang ada dan create ‘iman’ baru? (Nana)
  4. Defenisi kata iman lebih condong pada sebutan keyakinan tapi harusnya juga dimunculkan lewat perilaku. Bila sebagai gereja kita tidak memancarkan kekristenan, apakah terjadi dualisme? Apakah kita tidak sedang mengatakan bahwa semua salah dan hanya kita yang paling benar/chauvinistik? (Prana)

Pembahasan:

  1. James Redfild menulis sebuah buku yang menarik walaupun demikian kita memang perlu waspada karena kadang-kadang kita bisa lebih takut setan daripada takut Tuhan, dan pengalaman iman kita menjadi kacau balau. Allah memang memelihara kita oleh iman tetapi melewati prosesnya terkadang tidak menyenangkan. Kita perlu menaruh pengalaman hidup dalam terang Firman Tuhan. Panggilan Tuhan membuat kita lebih kokoh. Jika kita tertarik atau menggumuli hal tertentu, berdoalah pada Tuhan. Dasarnya adalah Anugerah Tuhan dan doakan agar story kita masuk dalam story Tuhan dan dengan kekuatan panggilan Tuhan. Peter Kreeft membuat riset tentang okultisme dan mendapat kesimpulan bahwa yang namanya setan adalah makluk ciptaan yang cerdas, jadi dia bisa saja memberitahu sesuatu yang pernah terjadi. Tetapi Roh Kudus tentu saja lebih dari semua itu. Pergumulkan bila science bertemu dengan iman? bagaimana?
  2. Tarot jangan langsung disimpulkan. Lihat prosesnya. Segala macam ilmu itu berakar darimana, dipengaruhi oleh siapa, kepuasannya ada dimana? stand point dan integritas harus jelas. Mencintai sesuatu dan puas dari sesuatu (frui) harusnya milik Allah. Mencintai sesuatu dan tidak puas oleh karenanya milik manusia (utti). Konsep penebusan memiliki proses yang panjang.
  3. Apakah lebih beriman sama denganlebih fanatik? jika ya, maka hal itu adalah proses pembodohan yang menyempitkan hidup. Lahir baru harusnya membuat kita makin bisa menempatkan segala sesuatu di hadapan Tuhan dan menikmati pengalama-pengalaman sedih dan senang. “The way we say something’ lebih ke konsep worldview yang memerlukan sesi khusus.
  4. Setuju bahwa keyakinan dan perilaku harus konsisten, termasuk konsisten dalam ketidakkonsistenan. Dualistis dapat diterima tetapi dualisme berarti konsep dan perilaku tidak connect. Chauvinisme mirip dualisme. Dari materi PA kali ini diharapkan dengan mengetahui apa yang salah, kita bisa belajar apa yang benar. Yang benar disini tidak dimaksudkan sebagai fanatisme tetapi bahwa dalam setiap aspek hidup kita Tuhannya adalah Kristus. Chauvinisme sendiri mengandung unsur mereduksi iman.

notes:

  • teman-teman silahkan melihat buklet “Do i have the right kind of Faith?” di situs RBC karena penjelasan masing-masing isme tidak dijelaskan detail dalam posting ini.
  • terima kasih buat Nadi dan Tania yang telah mengisi ruang kesaksian

Entry filed under: Jadwal. Tags: .

PA 080221 – “What does God think of me now?” (Part 2) PA 080306, “What Drives you?” (Part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Posts


%d bloggers like this: