PA 29 Juni 2006 – “Marah (bagian 2)”

July 6, 2006 at 5:36 pm 4 comments

PA ini adalah lanjutan dari PA minggu lalu, dan masih dilayani oleh Pendeta Agus Wiyanto dari GKI Cinere.

Entry filed under: Jadwal. Tags: .

PA 22 Juni 2006 – “Marah (bagian 1)” PA 6 Juli – “Adiksi (bagian 1)”

4 Comments Add your own

  • 1. papemuda  |  July 6, 2006 at 5:55 pm

    Pada PA ini, Pendeta Agus memberikan survey untuk mengukur karakter kemarahan jemaat muda yang hadir. Dari survey ini, jemaat muda bisa lebih mengenali temperamen diri. Namun, yang lebih penting adalah mengenali penyebab-penyebab temperamen tinggi tersebut, misalnya: barang berharga, keadilan, diremehkan, penghargaan, dsb. Jadi, jemaat muda bisa lebih mengenali “daerah-daerah rawan” yang bisa memancing kemarahan.

    Pendeta Agus menjelaskan kembali alur suatu kemarahan: situasi tidak enak => perasaan-perasaan => lautan emosi => tindakan. Lautan emosi merupakan sumber energi yang bisa muncul ke permukaan dan mengalir. Aliran ini bisa berupa:

    – kemarahan (misalnya Kain) => labrak, main pukul.
    – ketenangan (misalnya Yusuf) => berpikir jernih.
    – ketakutan/kekhawatiran (misalnya Elia) => depresi.

    Pendeta Agus juga menjelaskan ciri-ciri setiap aliran sehingga jemaat muda bisa mengenali aliran emosinya.

    Jadi gimana? Pendeta Agus menyampaikan dari Ef 4:23-27, 31 bahwa kita perlu berhati-hati dalam kemarahan krn Iblis bisa bekerja dan membuat kita melakukan dosa.

    Reply
  • 2. Ricky M Sianipar  |  August 5, 2006 at 11:45 pm

    Pernahkah anda semua berpikir bahwa kadang2 kemarahan yang ada di dalam hati juga bisa menimbulkan action2 yang positif untuk menjalani hidup??? Kenapa kok mencegah kemarahan aja yang harus dibahas?? Kenapa ga cari solusi kalo marah gimana caranya mengalihkannya menjadi energi yang positip? GBU

    Reply
  • 3. Richi Rich  |  August 6, 2006 at 12:31 am

    Oh ya…ini tema PA kapan..nge-postednya juga kapan… jaraknya 1000km nih!!!! Yang baru donk! kalo bisa sekarang PA nya besok dah bisa dibahas rame2 disini!!

    Reply
  • 4. Mas Wiwin  |  March 14, 2007 at 10:52 am

    Permisi, mas… Maaf saya telat datang. Maklum, Jakarta ‘kan macet. Jangan marah, ya. Kalo pun marah, mohon jangan berbuat dosa.
    Maaf, mbak. Bisa geser? Saya mau duduk di sebelah Mbak soalnya Mbak wangi. Jangan marah, ya Mbak. Tapi, sungguh Mbak cakep banget malam ini. Mata saya jadi cerah, paru-paru saya pun terasa lega.


    Wah, ada kuenya. Paling enak kalo kita ngobrol sambil maem kue. Ada lemper. Ada juga pastel. Saya senang bisa datang PA. Mendapat berkat dari Om Pendeta, bisa ngobrol sama Mas dan Mbak yang cakep2. Dapat makan gratis, pula!


    Permisi, Mas. Sudah malam, nih. Saya pulang dulu, ya.
    Tuhan memberkati.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Posts


%d bloggers like this: