PA 25 Mei 2006 – “Da Vinci Code”

May 20, 2006 at 11:22 pm 3 comments

NONTON BARENG YUK …
Akhirnya film Da Vinci Code di-rilis juga kemarin. Berarti rencana kita untuk nonton bersama bisa dilanjutkan. Berhubung filmnya lumayan panjang (152 menit), kita rencananya akan nonton sesi yang siang (jam 2). Tempatnya, di Wijaya 21, yang deket geraja itu lho. Jadi, buat yang kebaktian pagi, bisa ikutan setelah kebaktian, dan buat yang mau kebaktian sore, bisa sempat kebaktian setelah nonton.

Untuk tiket masuk, Tim PA mohon maaf karena tidak punya cukup budget untuk bisa nonton gratis. Tapi, Tim PA bisa memberikan subsidi Rp 10 ribu. Jadi, buat yang mau ikut nonton, cukup bayar Rp 15 ribu aja. Tapi, daftar dulu ya supaya bisa lebih pasti pembelian tiketnya. Teman-teman bisa daftar ke Tim PA lewat SMS atau telepon. Nomornya, bisa lihat di Warta Gereja atau poster yang kita pajang di gereja.

Mohon doa teman-teman supaya rencana kita ini bisa terlaksana dengan baik. Ayo kita nonton rame-rame, biar seru dan bisa berdiskusi lebih lanjut.

Entry filed under: Jadwal. Tags: .

PA 18 Mei 2006 – “Forgiveness (bagian 2)” PA 1 Juni 2006 – “Da Vinci Code, Fakta atau Fiksi?”

3 Comments Add your own

  • 1. Anonymous  |  May 27, 2006 at 12:04 pm

    Hi Kawan2 Pemuda, berikut ini saya mo sharing pendapat berdasarkan pertanyaan2 yang ada dalam lembar “Pengantar Nonton Da Vinci Code” bareng rekan2 PA Pemuda Palipo, tanggal 25 Mei 2006 kemarin:
    Sharing aku jabarkan berdasarkan urutan pertanyaan:

    1.Apa yang membuat seorang Kristen perlu menonton film ini?
    Supaya dapat lebih kritis tentang berbagai hal dalam agama – dalam hal ini Kristen – (tetapi juga semua agama pada umumnya, so tidak hanya menerima semua sebagai doktrin dan dogma dengan mentah begitu saja.

    2.Kira-kira isyu berbahaya apa yang ada di film ini?
    Saya rasa tidak ada, kecuali bagi pihak2 yang secara fanatik memegang belief tertentu ‘n pikirannya terokupasi oleh doktrin ‘n dogma2 dalam agama, serta bagi pihak2 yang sudah merasa ‘nyaman’ dengan situasi dan kondisi saat ini dan tidak menghendaki pemikiran2 kritis yang sangat mungkin menuju ke arah perubahan.

    3.Apakah buku ‘n film ini juga termasuk dari ‘konspirasi’ (budaya pop) tersebut?
    Menurut saya, buku ‘n film ini justru mencoba mengupas n membelejeti konspirasi2 semacam itu, dalam hal ini khususnya konspirasi2 yang terkemas dalam doktrin ‘n dogma dalam ‘organisasi’ bernama ‘agama’. (dalam pandangan saya sedikit banyak agama pun termasuk salah satu hal yang dikemas dalam budaya pop)

    4.APakah motivasi utama penulis?
    Mencoba mengkritisi dogma ‘n doktrin yang menghegemoni manusia dan mengajak kita berpikir lebih jauh, lanjut, n komprehensif.

    5.Apakah terasa ada krisis penulis Kristen?
    Mungkin yang terasa kurang adalah penulis2 Kristen yg dapat mengiterpretasi dan membawakan nilai2 agama secara progresif n transformatif kepada jemaat. Bukan yang hanya selalu membicarakan teologi vertikal n teologi yang bersifat eskapisme saja.

    6.Apa pesan utama dari sang Penulis yang rekan-rekan rasakan?
    Banyak hal yang bisa dikritisi dan ditinjau dari agama2 yang selama ini mayoritas merupakan hanya warisan dari generasi2 terdahulu. Jangan hanya ‘taken for granted’ dogma n doktrin yang ada. Build n construct your own faith ‘n conscience.
    Tenkyu-prana

    Reply
  • 2. Anonymous  |  May 29, 2006 at 12:29 am

    kalau menurut saya, alasan kenapa seorang Kristen perlu untuk menonton film ini, disamping bahwa agama kristen sendiri memiliki dogma dan doktrin yang berbeda, tetapi juga alasan kenapa sampai ada doktrin seperti itu. bhkn kalau skrg kita mempercayai suatu doktrin tertentu pun bukan karena kita merasa nyaman akan doktrin tersebut, sebab tentu saja masing2 dari kita sudah memilah2 terlebih dahulu dengan berbagai macam analisis dan kesimpulan mana doktrin yang paling masuk akal yang dapat diterima oleh kita sebagai manusia. selain itu, kita juga dpt mengetahui apa tujuan yang hendak dicapai dgn keberadaan doktrin yang ada terutama yang kita pegang saat ini, seperti tujuan dari perkumpulan opus dei dan biarawan sion yang dijabarkan pada film. tidak dapat dibilang bhw kedua tujuan tersebut tidak ada yang benar atau tidak ada yang salah. pertanyaan yang paling mendasar bg orang Kristen ialah manakah yang benar. kebenaran bagaimanapun bentuk dan sifatnya akan muncul dengan sendirinya dan tidak terbatas dengan doktrin ataupun dogma yang ada di dalam agama. tetapi kita sebagai manusia yang senang menganalisis kadang tidak bisa menerima begitu saja suatu kebenaran secara mentah tanpa diperjelas bibit bebet bobotnya. mungkin segitu aja. terima kasih. GBUs

    Reply
  • 3. Tim PA Kompa GKI KB  |  June 5, 2006 at 3:56 pm

    Meskipun semat dilanda rasa khawatir tentang kepastian pemutaran film ini di Indonesia, akhirnya Tim PA jadi juga melaksanakan acara nonton bareng ini. Ternyata respon dari jemaat muda sangat tinggi. Tim PA harus mengurus 82 tiket nonton di Wijaya 21. Repot sih, karena tiket harus dibeli pada hari-H, tapi terima kasih pada Tuhan yang memantapkan setiap keputusan dan pelaksanaan sehingga manajerial Wijaya 21 membantu pencetakan tiket tanpa perlu antri di loket🙂

    Acara nonton bersama ini berlangsung dengan tertib. Sayang, banyak bagian penting di film ini yang terjemahannya “katanya sih sengaja dihilangkan”. Jadi, yang gak bisa bhs Inggris jadi agak-agak bingung kali ye …

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Posts


%d bloggers like this: