PA 11 Mei 2006 – “Forgiveness (bagian 1)”

May 20, 2006 at 11:20 pm 1 comment

PA Kamis ini mengawali rangkaian tema “Masih Bisakah Aku Berubah?” dan dilayani oleh Bang Ichwan Panggabean. Berhubung PA-nya sudah dilaksanakan, silakan lihat di bagian komentar tentang PA ini tentang apa yang sudah disampaikan oleh Bang Ichwan.

Entry filed under: Jadwal. Tags: .

Jadwal PA “Masih Bisakah Aku Berubah?” dan “Da Vinci Code” PA 18 Mei 2006 – “Forgiveness (bagian 2)”

1 Comment Add your own

  • 1. Tim PA Kompa GKI KB  |  May 20, 2006 at 11:30 pm

    Meskipun dibarengi oleh hujan yang sangat deras, masih ada sekitar 20 jemaat muda yang pantang mundur, meskipun basah kuyup, menghadiri PA ini🙂 Di PA ini, Bang Ichwan menyampaikan bagian awal dari suatu proses mengampuni. Berikut adalah ringkasan materi yang diberikan oleh Bang Ichwan:

    Intro :

    – relasi kemajuan sains dan kemampuan memaafkan.

    Sebelum ke Lukas 17:3-4, mari kita melihat Matius 18 : 21 – 35.

    Persoalan memaafkan yang tidak sederhana itu dilukiskan dengan seseorang yang mempunyai hutang yang banyak, dan hutang yang sedikit. Orang yang mempunyai hutang yang banyak ini, setelah dimaafkan ,malah tidak bisa memaafkan orang lain. Peristiwa ini diceritakan kepada Petrus, sebagai pengajaran yang penting sekali , dalam hal memaafkan. Ada angka 7 yang muncul berulang kali, menunjukkan bahwa soal memaafkan itu bukanlah soal satu-dua kali.

    Pada bagian lain yang masih berkaitan dengan hutang, kita melihat seorang Farisi yaitu : Simon, di Lukas 7:36-50 , seorang pelacur yang dimaafkan, dibandingkan dengan seseorang yang dimaafkan juga tetapi tidak melihat orang lain lebih buruk dari dirinya.

    Identitas kita lagi, who am I atau who are we ?.

    Lukas 17 , berkata soal : jagalah dirimu, tegorlah, penyesalan, memaafkan, dan mengembalikan.

    Hal pertama yang perlu kita perhatikan soal ‘forgiveness’ adalah : soal paradigma yang membentuk kehidupan kita sehari-hari. Kita dibentuk dalam dunia kerja, atau dunia kampus yang sangat mementingkan rasional, dan seringkali hal ini tidak seturut dengan rasional yang diarahkan oleh Firman Tuhan (seperti contoh dalam dua bagian Firman Tuhan diatas). Persoalan identitas itu menjadi penting. Penting untuk pengenalan kita akan Allah, dan menempatkan diri kita dalam dunia.

    Hal kedua, ‘forgiveness’ sendiri memberi definisi soal membebaskan, melunaskan, dan melepaskan. Semakin banyak kasih karunia Allah yang kita rasakan hari demi hari, makin kita mudah untuk memaafkan. Apakah memaafkan sama dengan melupakan ?. Dari diskusi kemarin, ternyata tidak sama.

    Hal ketiga, baru kita masuk kepada Lukas 17 : 3-4 , yaitu lima pola untuk memaafkan : pertama adalah soal : jagalah dirimu ! , ini berkaitan dengan identitas. Kedua, adalah soal menegur , yaitu menempatkan seseorang pada tempatnya. Hal ketiga, menyesal, lalu mengampuni , dan memulihkan akan dibahas pada minggu berikutnya.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Posts


%d bloggers like this: